Minggu, 29 Juli 2018

RUMUS DEPRESIASI: SLN, SYD, DB, DDB dan VDB. Disertai beberapa contoh dan soal-soal latihan


   
          Penurunan harga jual atau penurunan nilai suatu asset dalam istilah ekonomi dikenal sebagai penyusutan (depresiasi). Di dalam Microsoft Excel terdapat beberapa fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai penyusutan/depresiasi dengan memakai  beberapa metode seperti SLN (Straight Line Depreciation), SYD (Sum of Year’s Digits), DB (Fix Declining Balance), DDB (Double Declining Balance) dan VDB (Variable Declining Balance).           
       Sebelumnya penulis paparkan dulu beberapa pengertian yang terdapat dalam beberapa formula/rumus tersebut diatas secara sederhana, untuk mempermudah pemahaman anda.

Cost (Aktiva)
Harga beli atau Nilai awal suatu asset
Salvage (Residu)
Nilai sisa aset pada akhir periode atau Nilai sisa aset setelah penyusutan.
Life (Usia)
Jumlah periode penyusutan atau Usia pakai aset
Per (Periode ke-n)
Periode penyusutan ke-n yang ingin dicari.
Period dan Life harus memiliki satuan waktu yang sama
Month
Jumlah bulan pada tahun pertama penyusutan, jika diabaikan bernilai 12.
Factor
Nilai yang digunakan sebagai faktor penyusutan, jika diabaikan bernilai 2, atau sama dengan metode Double Declining Balance.
Start_Period
Periode Awal perhitungan depresiasi.
End_Period
Periode Akhir perhitungan deprsiasi.
No_Switch
Bernilai TRUE atau FALSE.
TRUE: excel tidak akan merubah depresiasi ke metode “Straight Line” jika nilai depresiasi lebih besar dari metode perhitungan “Declining Balance”.
FALSE: excel akan merubah depresiasi ke metode “Straight Line” jika nilai deprsiasi lebih besar dari metode perhitungan “Declining Balance”



I.      SLN (Straight Line Depreciation)
Nilai penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus, besarnya penyusutan setiap periode sama besar.
            Formula:
                        =SLN (Cost; Salvage; Life)

            Cost (Aktiva)       : nilai awal suatu asset
 Salvage (Residu)  : nilai asset setelah penyusutan
  Life                      : jumlah periode penyusutan
   


II.      SYD (Sum Year’s Digits)
Fungsi ini berguna untuk menghasilkan jumlah seluruh nilai depresiasi suatu aset.
Formula:
           =SYD (Cost; Salvage; Life; Per)

Cost (Aktiva)       : nilai awal suatu asset
Salvage (Residu) : nilai asset setelah penyusutan
Life                      : jumlah periode penyusutan
Per                      : periode penyusutan ke-n

Contoh SLN dan SYD:
Anda membeli sebuah peralatan elektronik seharga Rp 25.000.000,- Maka harga elektronik tersebut pada masa mendatang akan mengalami penurunan. Nilai jual alat tersebut setelah 7 tahun seharga Rp 5.000.000,- Berapa nilai penyusutanya dengan metode SLN dan SYD periode ke 3 ?

rumus depresiasi


Hasil Tabulasi
depresiasi

Jika anda perhatikan gambar tabel diatas, maka:
1.      Depresiasi pada Fungsi SLN tiap periodenya sama.
2.   Depresiasi pada Fungsi SYD tiap periodenya tidak sama, semakin lama semakin kecil.
3.      Selisih depresiasi tiap periode pada Fungsi SYD sama.
·         Rp 5.000.000 – Rp 4.285.714 = Rp 714.286
·         Rp 4.285.714 – Rp 3.571.429 = Rp 714.286
·         Rp 3.571.429 – Rp 2.857.143 = Rp 714.286
·         Dan seterusnya                              
4.      Cost = Total Depresiasi + Salvage
Rp 25.000.000 = Rp 20.000.000 + Rp 5.000.000


    Dari penjelasan saya diatas, anda bisa lihat video tutorial Depresiasi SLN dan SYD. Klik video dibawah ini:



III.      DB (Fix Declining Balance)
Fungsi DB dapat kita pakai untuk menghitung nilai penyusutan suatu asset dalam periode yang telah kita tentukan dengan memakai metode pasti fixed-decling (saldo menurun).
Formula:
                 =DB (Cost; Salvage; Life; Period; [Month])
Keterangan:
Cost (Aktiva)       : nilai awal suatu asset
Salvage (Residu) : nilai asset setelah penyusutan
Life                      : jumlah periode penyusutan
Period                  : periode penyusutan ke-n
[Month]               : Jumlah bulan pada penyusutan tahun pertama, jika diabaikan dianggap 12. [Month] bersifat opsional, bisa diabaikan/dihilangkan.



IV.      DDB (Double Declining Balance)
Formula:
            =DDB (Cost; Salvage; Life; Period; [Factor])
Keterangan:
         Cost (Aktiva)       : nilai awal suatu asset
Salvage (Residu) : nilai asset setelah penyusutan
Life                      : jumlah periode penyusutan
Period                  : periode penyusutan ke-n
  [Faktor]         : Nilai yang dipakai sebagai faktor penyusutan, jika diabaikan bernilai 2 (Double Declining).
[Factor] bersifat opsional, bisa diabaikan/dihilangkan.



V.      VDB (Variable Declining Balance)
Formula:
=VDB (Cost; Salvage; Life; Start_Period; End_Period; [Factor]; [No_Switch])

Keterangan:
         Cost (Aktiva)       : nilai awal suatu asset
Salvage (Residu) : nilai asset setelah penyusutan
Life                      : jumlah periode penyusutan
Start_Period        : periode awal perhitungan
End_Period         : periode akhir perhitungan
[Factor] dan [No_Switch] bersifat opsional (bisa dihilangkan)

Contoh Soal:
 Anda membeli sebuah peralatan elektronik seharga Rp 25.000.000,- Maka harga elektronik tersebut pada masa mendatang akan mengalami penurunan. Nilai jual alat tersebut setelah 7 tahun seharga Rp 5.000.000,- Berapa nilai penyusutanya dengan metode DB, DDB, dan VDB periode ke 3 ?

rumus depresiasi

Hasil tabulasi

rumus depresiasi


Dari tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa:
1.      Metode DB, DDB dan VDB digunakan untuk mencari nilai penyusutan tiap-tiap periode. Dari gambar diatas, periode 1 sampai periode ke 7 terlihat penyusutan per periode semakin lama semakin mengecil.
2.      Metode VDB bisa digunakan untuk menjumlahkan nilai penyusutan dari beberapa periode. Dengan adanya Start_Period dan End_Period pada formula/rumus. Dari gambar diatas, misalkan anda masukan Start_Period 2 dan End_Period 5, maka secara otomatis Hasil VDB= Rp 7.755.102

Coba kita hitung secara manual, dimulai periode ke 3:
Depresiasi Periode ke 3 = Rp 3.644.315
Depresiasi Periode ke 4 = Rp 2.603.082
                   Depresiasi Periode ke 5 = Rp 1.507.705
                   Jumlah Ketiga periode tersebut = Rp 7.755.102


          Agar anda lebih memahami penjelasan Rumus Depresiasi DB, DDB, dan VDB dari contoh soal diatas, bisa anda lihat video tutorialnya di youtube kami. Klik video  dibawah ini:


      Dikesempatan lain, penulis juga memaparkan berbagai fungsi keuangan yaitu 
Fungsi: Anuitas (PMT), Present Value (PV), Future Value (FV) dll.
            Harapan penulis, berkaitan dengan beberapa fungsi keuangan yang telah kami paparkan diatas, bisa menambah pengetahuan anda khususnya tentang Formula penyusutan/depresiasi yang sering kita gunakan.  *By Muji Yamianto 


    Untuk itu berikut ini penulis berikan beberapa contoh soal untuk memperdalam pemahaman anda.

LATIHAN  SOAL DEPRESIASI
           
1.  Perusahaan membeli sebuah mesin produksi seharga Rp 10.000.000.000,- Diperkirakan selama 20 tahun harga mesin tersebut Rp. 800.000.000,- Berapa nilai depresiasi dan penurunan nilai asset tiap tahunya, dengan metode SLN dan SYD?  

    Cara penyelesaian soal Depresiasi no 1 dan 2, bisa anda lihat di kanal youtube kami. Klik video / link dibawah ini:



2.   Dari soal no 1, berapa nilai deresiasi periode ke 11 pada metode SYD? Berapa selisih nilai depresiasi tiap periode pada metode SYD?

3.      Unyil membeli mobil Mercedes Benz seharga Rp 950.000.000,-
    Unyil ingin menghitung nilai depresiasi dan nilai asset tiap periode, dengan  mengunakan  metode DB, DDB dan VDB [faktor 3].
      Harga mobil tersebut 25 tahun lagi sekitar Rp 55.000.000,-
    Buatkan tabel nilai depresiasi dan nilai asset selama 25 periode? Metode mana yang paling tepat untuk Unyil?

        Penyelesaian dari soal Depresiasi diatas bisa anda lihat pada kanal youtube. Klik video dibawah:

4.      Cost (Aktiva)        : 1000
       Salvage (Residu)  : 10           
       Life (Usia pakai)   : 10 tahun
      Buat Tabel nilai depresiasi serta nilai asset selama 10 tahun periode dengan metode DB, DDB (Faktor 1), DDB (Faktor 2) dan DDB (Faktor 3). Perhatikan secara seksama pada periode 1, apa kesimpulan anda tentang perbedaan penggunaan Faktor pada formula DDB?

        Penyelesaian dari soal diatas bisa anda lihat pada kanal youtube. Klik video dibawah ini:




5.      Pada soal no 3, berapa jumlah nilai VDB periode ke 10 sampai ke 15?
           Penyelesaian dari soal diatas bisa anda lihat pada kanal youtube, lihat video dari soal no 3 diatas.


6.      Cost (Aktiva)        : 20.000.000,-
Life (Usia pakai)   : 10 tahun
Salvage (Residu)  : 5.000.000,-
Buatlah tabel nilai depresiasi serta nilai asset per periode, dengan metode SLN, SYD, DB, DDB dan VDB.

     Penyelesaian dari soal diatas bisa anda lihat pada kanal youtube. Klik video / link dibawah ini:


      


7.      Cost (Aktiva)        : 1000
Salvage (Residu)  : 10
Life (Usia pakai)   : 5 tahun
Lengkapi tabel dibawah ini! Dengan Formula VDB [factor 2];[No_Switch].
          No_Swtch bernilai TRUE atau FALSE. 


soal depresiasi


(Pengertian No_Switch, anda lihat lagi pada halaman 1).
            Penggunaan metode [No_Switch]  yang bernilai TRUE dan FALSE pada  kolom diatas memiliki perbedaan, coba anda simpulkan secara seksama!

Cara penyelesaian dari soal diatas bisa anda lihat pada kanal youtube, klik video / linknya dibawah ini:







  Pelajari juga artikel lainnya:




Kami juga menyediakan soal-soal latihan excel untuk anda
Soal meliputi semua materi/ artikel yang saya tulis di Blog
Silahkan anda  download  di: Google Playstore  pilih menu: Apps 
Pada Search Engine ketik:

         1. KUMPULAN SOAL-SOAL EXCEL (versi Indonesia)

         2. EXERCISES OF EXCEL (English version)
  

Informasi lengkap soal-soalnya, anda klik link dibawah ini:
https://mujiyamianto.blogspot.com/2020/03/penjualan-soal-soal-latihan-excel.html

2 komentar: